Confusional Arousal Adalah
Jan 20
0 Comments

Apakah Anda sering merasa linglung atau kebingungan saat bangun tidur? Jika iya, bisa jadi Anda mengalami confusional arousal!

Confusional arousal adalah kondisi saat seseorang merasa kebingungan ketika terbangun. Bahkan tidak mengenali tempat, waktu, atau tanggal. Biasanya, orang yang mengalami ini akan melakukan proses berpikir yang sangat lama untuk mengenali keadaan sekitar, serta bereaksi lambat atau non responsif terhadap perintah dan pertanyaan.

Kondisi ini terjadi selama beberapa menit hingga beberapa jam. Confusional arousal sendiri merupakan salah satu gangguan tidur parasomnia, yakni gangguan tidur di mana penderitanya cenderung melakukan hal-hal abnormal saat tidur ataupun terbangun.

Umumnya, kondisi ini terjadi karena adanya gangguan parsial pada fase tidur NREM (Non-Repid Eye Movement).  Gangguan ini bersifat ringan dan lebih banyak terjadi pada anal-anak daripada orang dewasa. Terutama anak-anak di bawah usia 5 tahun, di mana sekitar 17 persen anak mengalami gangguan tidur ini.

Penyebab Gangguan Tidur Confusional Arousal

Sebenarnya gangguan tidur ini merupakan hal yang umum dan hampir pernah terjadi pada semua orang. Kendati demikian, ada beberapa kondisi yang menyebabkan risiko confusional arousal menjadi lebih tinggi. Misalnya kurang tidur atau dibangunkan secara paksa.

Selain itu, beberapa penyebab lain yang menjadi faktor risiko gangguan tidur ini adalah:

1. Gangguan Kesehatan Mental

Orang dengan gangguan kesehatan mental seperti bipolar, PTSD (post traumatic stress disorder), depresi, psikosomatis, dan gangguan kecemasan biasanya berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini. Sebagaimana kita tahu, gangguan tidur memang kerap terjadi pada orang yang mengalami gangguan mental.

4. Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSA)

Orang dengan gangguan obstructive sleep apnea juga berisiko tinggi mengalami confusional arousal. OSA sendiri adalah gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur. Kondisi ini terjadi karena adanya obstruksi jalan napas yang menyebabkan pernapasan terhenti. Akibat dari kondisi ini adalah penderita akan mengalami kekurangan oksigen, sehingga bisa berkali-kali terjaga dan terbangun saat tidur.

3. Halusinasi Hypnagogic

Halusinasi hypnagogic adalah halusinasi yang terjadi ketika sedang tidur. Di mana Anda bisa melihat, mencium, mendengar, menyentuh atau merasakan sensasi tertentu ketika sedang terlelap.

Orang yang mengalami halusinasi ini kerap merasa bingung. Alasannya karena sangat sulit membedakannya dengan kenyataan. Akibatnya, halusinasi semacam ini bisa menimbulkan rasa takut. Halusinasi ini kerap disamakan dengan lucid dream. Padahal, halusinasi ini berbeda dengan mimpi.

Baca Juga :

 

4. Hipersomnia

Confusional arousal juga bisa terjadi akibat hipersomnia. Yakni kondisi di mana Anda merasakan kantuk berlebihan yang dapat mengganggu fungsi normal dan mempengaruhi kinerja.

Biasanya, orang dengan hipersomnia mengalami kesulitan untuk beraktivitas di siang hari, karena mereka sering merasa lelah. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi dan tingkat energi.

5. Kurang Tidur

Mayoritas gangguan tidur memang disebabkan waktu tidur ideal yang kurang atau tidak terpenuhi. Sebagaimana kita tahu, kebutuhan tidur orang dewasa adalah 7-8 jam tiap harinya. Apabila jam tidur tersebut tidak terpenuhi, maka risiko gangguan tidur pun akan semakin meningkat. Tak terkecuali confusional arousal.

Kurang tidur sendiri bisa terjadi karena banyak hal. Di antaranya karena pola tidur yang berantakan, sering kerja lembur atau kerja shift malam, hingga pola hidup dan pola makan yang tidak sehat.

Cara Mengatasi Confusional Arousal

cara mengatasi confusinal arousal

Tidak ada pengobatan spesifik yang dapat menyembuhkan gangguan tidur ini sepenuhnya. Namun, cara terbaik untuk mencegah confusional arousal adalah meningkatkan kualitas tidur dan memperbaiki pola tidur yang berantakan.

Pola tidur sehat sleep hygiene menjadi salah satu hal yang wajib Anda terapkan agar kualitas tidur makin membaik. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda coba :

1. Cukupi Waktu Tidur Ideal

Waktu tidur ideal yang tidak tercukupi merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan tidur. Oleh sebab itu, usahakanlah untuk mencukupi kebutuhan tidur Anda setiap harinya. Jika Anda tidak bisa memenuhi waktu tidur selama 7-8 jam tiap malamnya, cobalah pola tidur bifasik.

Pola tidur ini membagi waktu tidur menjadi dua bagian, yaitu saat malam dan siang hari. Sehingga, jika Anda mengalami kurang tidur pada malam harinya, maka Anda bisa membayar utang tidur dengan tidur siang maksimal.

Tips lain yang bisa Anda terapkan adalah metode tidur power nap. Ini merupakan metode tidur singkat tapi berkualitas. Di mana Anda bisa meluangkan waktu 10-20 menit saat siang hari untuk mengembalikan energi tubuh dan mendapatkan manfaat tidur untuk kesehatan secara maksimal.

2. Mengelola Stres Sebelum Tidur

Salah satu pemicu gangguan tidur seperti confusional arousal adalah stres berlebihan. Oleh sebab itu, sebisa mungkin Anda harus mencoba untuk menghilangkan stres sebelum tidur agar pikiran menjadi lebih rileks.

Terdapat banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengurangi stres, Di antaranya adalah olahraga secara rutin, mengungkapkan keluh kesah dengan curhat pada orang terdekat, pijat refleksi, menggambar atau menulis, meditasi, bermain bersama hewan peliharaan, hingga meletakkan benda untuk relaksasi di dekat Anda.

Baca Juga :

 

3. Melakukan Rutinitas Tertentu Sebelum Tidur

Jika Anda merupakan salah satu orang yang terbiasa melakukan hal-hal tertentu sebagai rutinitas sebelum tidur, maka tak ada salahnya untuk menerapkannya. Cara ini bisa membantu Anda untuk tidur lebih lelap sekaligus mengurangi risiko gangguan tidur.

Beberapa rutinitas yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah mandi air hangat, latihan pernapasan sebagai salah satu metode tidur cepat, meditasi, membaca buku, atau bahkan menyiapkan peralatan untuk aktivitas esok hari.

4. Jangan Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Menyebabkan Sulit Tidur

Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa menyebabkan seseorang sulit tidur. Misalnya adalah minuman beralkohol dan berkarbonasi, serta makanan yang mengandung kalori tinggi.

Alih-alih mengonsumsi makanan dan minuman tersebut, Anda bisa mencoba makanan untuk atasi sulit tidur, teh herbal yang membantu merilekskan tubuh, atau minuman yang membantu tidur nyenyak dan obat tidur alami. Misalnya mengonsumsi pisang, kacang almond, labu, susu hangat, teh chamomile, hingga jus kiwi.

5. Buat Suasana Kamar yang Nyaman

Tidur yang berkualitas yang baik berawal dari suasana kamar yang nyaman. Untuk itulah, salah satu cara mencegah gangguan tidur yang bisa Anda terapkan adalah menciptakan suasana ruang tidur yang nyaman. Untuk mewujudkannya, ada berbagai hal yang bisa Anda lakukan.

Misalnya adalah mengatur suhu ruangan ideal, menjauhkan benda penyebab sulit tidur seperti gadget, meletakkan benda untuk relaksasi seperti lilin aromaterapi, membuat desain kamar tidur sesuai keinginan agar makin terasa nyaman, hingga menggunakan perlengkapan tidur yang berkualitas.

Misalnya jenis kasur, jenis bantal, selimut, hingga sprei dan bedcover. Usahakan juga untuk memilih bahan sprei yang dingin dan lembut, agar Anda tetap nyaman menggunakannya selama beristirahat semalaman penuh

Bagi Anda yang menginginkan perlengkapan tidur terbaik, Anda bisa mendapatkannya dari Sleep Buddy. Koleksi Sleep Buddy terbuat dari bahan organik terbaik yang menjamin kualitas unggulan. Sprei dan bedcover dari Sleep Buddy juga memiliki jaminan anti alergi, anti bakteri, serta cocok untuk semua jenis kulit. Termasuk ciri kulit sensitif.

Untuk mendapatkan merk sprei yang bagus dan bedcover terbaik Sleep Buddy, Anda bisa mengunjungi toko bedcover terdekat atau marketplace seperti TokopediaShopeeLazada, dan Blibli.

Baca Juga :

Nissa Sleepbuddy

Sleep Buddy Merk Lokal, Kualitas Internasional sejak 2009, Rasakan pengalaman tidur yang berbeda dari sprei lembut dan tahan lama.