Tantrum Pada Orang Dewasa
Jan 26

Selama ini, mungkin kita berpikir bahwa tantrum hanya terjadi pada anak-anak. Namun, siapa sangka bahwa orang dewasa juga bisa mengalami kondisi ini. Bedanya, tantrum pada orang dewasa bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan mental sehingga harus diwaspadai.

Tantrum sendiri merupakan ledakan emosi yang muncul ketika keinginan seseorang tidak terpenuhi. Kondisi ini biasanya muncul dengan tanda berupa raut wajah yang tegang, gelisah, rasa marah, frustasi, bahkan bicara dengan nada dan suara yang keras.

Pada orang dewasa, tantrum biasanya disertai dengan perilaku agresif untuk meluapkan amarah. Misalnya dengan merusak dan melempar barang, hingga melakukan tindak kekerasan. Inilah sebabnya, tantrum pada orang dewasa perlu mendapatkan perhatian khusus.

Lalu, apa penyebab tantrum pada orang dewasa dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab Tantrum pada Orang Dewasa

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan terjadinya ledakan emosi pada orang dewasa. Namun, perlu Anda ketahui bahwa jika seseorang mengalami tantrum pada masa kanan-kanak, ia kemungkinan besar akan mengalami hal serupa saat dewasa, meskipun tanpa disadari.

Selain itu, penyebab lainnya dari kondisi ini di antaranya adalah:

1. Pola Asuh yang Salah Saat Kecil

Tanpa kita sadari, pola asuh yang tidak tepat saat masa kanak-kanak rupanya dapat memberikan pengaruh besar pada pembentukan karakter seseorang, bahkan ketika ia dewasa.

Termasuk kondisi tantrum yang ternyata bisa terjadi karena pola asuh yang salah semasa kanak-kanak. Beberapa tipe pola asuh yang bisa menyebabkan kondisi ini adalah overprotective parenting dan helicopter parenting.

Kedua pola asuh tersebut sama-sama cenderung mengekang kebebasan anak dalam bertindak dan mengambil keputusan. Akibatnya, anak akan cenderung tidak dapat tumbuh mandiri, sulit mengambil keputusan sendiri, menjadi pribadi yang keras kepala, bahkan bisa mengalami ledakan emosi apabila keinginannya tidak terpenuhi.

Inilah sebabnya, menerapkan pola asuh yang tepat untuk anak sangatlah penting. Beberapa pola asuh yang bisa Anda lakukan adalah slow parenting, hypnoparenting, pola asuh demokratis, mindful parenting, dan lain sebagainya.

Baca Juga :

 

2. Pernah Mengalami Kejadian Traumatis

Penyebab selanjutnya dari munculnya tantrum pada orang dewasa adalah pernah mengalami kejadian traumatis. Termasuk di antaranya pelecehan, atau mengalami kekerasan fisik maupun verbal.

Kejadian traumatis ini tak hanya terjadi saat dewasa, melainkan juga bisa karena pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan. Contohnya adalah saat orangtua menerapkan hukuman fisik sebagai cara menghukum anak, yang secara tak langsung memengaruhi psikologis anak hingga dewasa.

3. Menderita Gangguan Mental Tertentu

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, tantrum pada orang dewasa bisa jadi merupakan tanda adanya gangguan pada kesehatan mental dan kondisi psikologis yang terganggu.

Misalnya karena gangguan kecemasan, gangguan bipolar, depresi, PTSD (post traumatic stress disorder), borderline personality disorder, dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana cara menangani tantrum pada orang dewasa?

Cara Mengatasi Tantrum pada Orang Dewasa

cara mengatasi tantrum pada orang dewasa

Tantrum yang terjadi pada orang dewasa tentunya berbeda dengan anak-anak. Sebab, orang dewasa cenderung bisa melakukan tindak agresif dan abusive yang berpotensi membahayakan orang lain saat mengalami ledakan emosi. Maka dari itu, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk menangani tantrum pada orang dewasa. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Cari Tahu Penyebab Tantrum

Langkah pertama adalah dengan mencari tahu apa yang menyebabkan terjadinya kondisi ini. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda pun bisa lebih mudah untuk mencari solusi yang tepat guna menangani kondisi ini.

Baca Juga :

 

2. Melakukan Relaksasi

Cara kedua adalah dengan melakukan relaksasi. Misalnya dengan teknik mengatur pernapasan dan melakukan meditasi untuk menenangkan pikiran.

Saat dorongan tantrum atau kecenderungan untuk marah mulai muncul, segera tarik napas dalam-dalam selama beberapa kali, kemudian tanamkan pada pikiran Anda bahwa semua masalah akan berakhir dan baik-baik saja.

Selain itu, Anda juga bisa membayangkan hal-hal yang menyenangkan agar pikiran menjadi semakin rileks. Anda juga dapat meletakkan benda-benda untuk relaksasi di sekitar Anda untuk membantu proses ini. Misalnya meletakkan lilin aromaterapi.

3. Mengalihkan Energi ke Hal-Hal yang Positif

Jika Anda merasa kemarahan sedang menguasai Anda, maka cobalah untuk mengalihkannya dengan melakukan hal-hal yang lebih positif. Contohnya berolahraga. Ketimbang marah-marah dan bersikap kasar, mengalihkan energi dengan cara berolahraga tentunya akan lebih bermanfaat, bukan?

Anda tidak perlu melakukan olahraga berat yang dapat menguras tenaga. Cukup lakukan olahraga ringan seperti berjalan sejenak untuk menghirup udara segar, berenang, atau mungkin melakukan yoga.

Selain dapat mengatasi tantrum, cara ini juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat, menyebabkan pikiran menjadi lebih rileks, sekaligus menjadi cara ampuh untuk hilangkan stres.

4. Melakukan Hobi atau Hal-Hal yang Anda Sukai

Cara berikutnya adalah dengan melakukan hobi atau hal-hal yang Anda sukai. Tidak perlu melakukan hal-hal rumit atau menguras kantong seperti travelling dan berlibur. Anda cukup melakukan kegiatan sehari-hari yang digemari dan dapat mengembalikan mood.

Misalnya memasak, menonton tv, berkebun dan membuat mini garden, bersih-bersih rumah, mengubah dekorasi ruang tidur, mendesain kamar tidur dengan suasana kamar yang baru, makan makanan yang bisa jadi mood booster, bermain game seharian.

Kegiatan-kegiatan yang Anda sukai tersebut tentunya dapat mengalihkan Anda dari rasa marah dan ledakan emosi yang bisa terjadi.

Baca Juga :

 

5. Bercerita pada Orang Terdekat

Sejatinya, tantrum muncul karena adanya masalah yang menjadi pemicunya. Nah, apabila Anda merasa mengalami masalah berat yang sekiranya bisa memicu ledakan emosi dalam diri Anda, maka cobalah untuk membagikan masalah tersebut dengan orang lain melalui curhat.

Carilah orang terdekat seperti saudara, orangtua, atau sahabat untuk membagikan keluh kesah Anda. Dengan berbagi cerita, beban dan emosi yang Anda rasakan pun pasti akan berkurang

6. Luangkan Waktu untuk Istirahat

Tahukah Anda bahwa istirahat dan tidur bisa membantu mengurangi stres? Ini artinya, Anda juga bisa mengatasi tantrum dengan cara meluangkan waktu untuk beristirahat atau meningkatkan kualitas tidur.

Terlebih, apabila tantrum yang Anda rasakan dipicu oleh banyaknya masalah pekerjaan di kantor. Yang mana pekerjaan tersebut memaksa Anda untuk bekerja lembur dan mengalami kurang tidur akibat kebutuhan tidur harian tidak terpenuhi.

Maka, cobalah melakukan short escape dengan bersantai sejenak. Lupakan semua masalah tersebut dan luangkan waktu Anda untuk tidur. Dengan tidur yang berkualitas, Anda bisa mendapatkan manfaat tidur untuk kesehatan secara maksimal. Salah satunya adalah mengontrol dan memanajemen emosi dengan lebih baik.

Dengan tidur yang cukup, Anda juga akan mendapatkan energi lebih dan merasa fresh saat terbangun. Sehingga, cara ini bisa Anda gunakan untuk mengatasi tantrum.

Demikian adalah 6 cara mengatasi tantrum pada orang dewasa yang bisa Anda terapkan. Apabila cara tersebut tidak berhasil, maka Anda bisa menghubungi tenaga profesional untuk mendapatkan bantuan.

Ingatlah bahwa kondisi ini merupakan hal yang umum, namun tidak bisa Anda abaikan jika terjadi secara berkelanjutan. Sebab, tantrum pada orang dewasa menjadi indikasi adanya gangguan mental.

Baca Juga :

Nissa Sleepbuddy

Sleep Buddy Merk Lokal, Kualitas Internasional sejak 2009, Rasakan pengalaman tidur yang berbeda dari sprei lembut dan tahan lama.