Cara Mengatasi Enuresis Atau Kebiasaan Mengompol
Jan 28
0 Comments

Istilah enuresis mungkin masih terdengar cukup asing bagi orang awam. Sebenarnya, enuresis sendiri merupakan istilah medis untuk kebiasaan mengompol. Yakni kondisi saat seseorang tidak dapat menahan buang air kecil, baik saat tidur maupun terbangun. Enuresis ini tak hanya terjadi pada anak-anak, namun bisa juga dialami oleh orang dewasa.

Untuk anak berusia di bawah usia 5 tahun, kebiasaan mengompol adalah hal yang normal terjadi. Hal ini karena anak-anak di usia tersebut belum terlatih untuk menahan buang air kecil, sehingga cenderung lebih mudah mengalami enuresis atau mengompol. Namun, apabila kebiasaan mengompol ini tetap berlanjut hingga anak berusia di atas 5 tahun, maka kondisi ini disebut sebagai enuresis primer.

Sedangkan pada kasus tertentu, enuresis juga bisa terjadi pada orang dewasa yang sebelumnya mampu menahan dan mengontrol buang air kecilnya dengan baik. Kondisi enuresis seperti ini disebut sebagai enuresis sekunder.

Enuresis sendiri tak hanya bisa terjadi pada malam hari ketika seseorang tertidur, tetapi juga bisa ketika seseorang terjaga di siang, pagi, atau sore hari. Lantas, bagaimana cara mengatasi kebiasaan mengompol ini?

Penyebab dan Jenis Enuresis atau Kebiasaan Mengompol

Berikut ini adalah beberapa jenis dan penyebab enuresis pada anak maupun orang dewasa yang perlu Anda ketahui:

Kebiasaan Mengompol pada Anak

Anak-anak cenderung mengalami enuresis ketika kandung kemihnya penuh saat tertidur atau ketika menghasilkan urine lebih banyak dari biasanya. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya enuresis pada anak-anak, antara lain:

  • Faktor genetik. Sebab, anak yang mengalami enuresis biasanya memiliki orangtua yang pernah memiliki riwayat sama di masa kecilnya
  • Terlambat memahami tentang toilet training
  • Memiliki ukuran kandung kemih yang lebih kecil
  • Mengalami infeksi saluran kemih sehingga tidak dapat menahan air kencing
  • Kondisi psikologis terganggu, seperti stres dan rasa cemas berlebihan
  • Gangguan hormon

 
Baca Juga :

 

Kebiasaan Mengompol pada Orang Dewasa

Tak hanya anak-anak, kebiasaan mengompol juga dapat terjadi pada orang dewasa. Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah pernah mengalami enuresis primer saat masa kanak-kanak, sehingga bisa mengalami enuresis sekunder. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko enuresis pada orang dewasa antara lain :

  • Produksi urine berlebihan
  • Mengalami inkontinensia urine
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu, misalnya infeksi saluran kemih dan diabetes
  • Mengalami gangguan hormon. Contohnya diabetes insipidus atau kelainan pada hormon antidiuretik yang berperan dalam pengaturan proses buang air kecil

 

Kondisi Medis yang dapat Memicu Munculnya Kebiasaan Mengompol

Kebiasaan mengompol ata enuresis, baik pada anak-anak maupun orang dewasa juga bisa terjadi karena kondisi medis tertentu. Seperti:

  • Penyakit pada prostat, seperti kanker prostat atau pembesaran kelenjar prostat jinak (BPH)
  • Kanker kandung kemih
  • Kelainan saraf dan otak. Misalnya cedera saraf tulang belakang, epilepsi, multiple sclerosis, atau penyakit Parkinson
  • Mengalami sembelit berkepanjangan
  • Adanya gangguan saraf kemih atau neurogenic bladder
  • Memiliki gangguan tidur obstructive sleep apnea
  • Mengalami penurunan organ panggul
  • Melemahnya otot kandung kemih
  • Adanya penyumbatan pada saluran kemih
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat golongan diuretik, obat penenang, dan antihistamin.

 
Baca Juga :

 

Cara Mengatasi Kebiasaan Mengompol

atasi kebiasaan mengompol pada anak dan orang dewasa

Enuresis atau kebiasaan mengompol yang tak kunjung membaik atau bahkan sudah ada sejak masa kanak-kanak adalah kondisi yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi kebiasaan mengompol pada anak-anak dan orang dewasa.

Mengatasi Kebiasaan Mengompol pada Anak-Anak

Untuk mengatasi enuresis pada anak-anak, berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Atur asupan minum anak

Satu dari beberapa cara menghilangkan kebiasaan ngompol yakni dengan mengajak anak Anda untuk lebih banyak minum pada siang hari dan membatasinya di malam hari, termasuk 1-2 jam sebelum tidur. Hal ini dapat membantu kandung kemih untuk tidak bekerja terlalu aktif di malam hari yang bisa menyebabkan enuresis.

2. Ajarkan anak untuk buang air kecil secara rutin

Orangtua juga perlu membiasakan anak untuk buang air kecil ke toilet secara rutin pada siang hari untuk  menghilangkan kebiasaan mengompol. Ajaklah anak untuk ke toilet setidaknya 2-3 jam sekali pada siang hari dan tepat sebelum anak tidur. Hal ini dapat membantu mengosongkan kandung kemih saat tertidur dan mencegah ngompol.

3. Jangan berikan minuman yang merangsang buang air kecil

Kebanyakan orangtua yang tidak menyadari bila minuman berkafein, seperti kopi, teh, soda, dan minuman coklat bisa memicu produksi urine. Untuk mengatasi kebiasaan mengompol pada anak, sebaiknya Anda tidak memberikan minuman berkafein menjelang jam tidur anak.

4. Pastikan toilet mudah dijangkau oleh anak

Dalam banyak kasus, anak mengalami enuresis karena tidak dapat pergi ke toilet tepat waktu. Jika ini penyebabnya, maka sebaiknya pastikan bahwa toilet dapat dengan mudah dijangkau oleh anak pada malam hari, seperti lokasi yang dekat dengan tempat tidur.

Jangan lupa untuk selalu menyalakan lampu di sekitar toilet agar anak tidak takut saat buang air kecil sendirian.

5. Jangan hukum anak yang mengompol

Jangan menghukum anak apabila mereka masih belum bisa berhenti dari kebiasaan mengompol. Sebab, memarahi dan memberikan hukuman untuk anak bukanlah cara yang tepat untuk menghilangkan enuresis pada anak. Alih-alih memarahinya, cobalah untuk mendampinginya agar bisa menghilangkan kebiasaan tersebut.

6. Pasangan alarm enuresis

Anda juga bisa memberikan alarm enuresis untuk mengatasi kebiasaan mengompol pada anak. Alarm ini bisa Anda pasang di piyama atau tempat tidur anak. Alat ini memiliki sensor kelembapan. Dengan begitu, alarm akan berbunyi ketika anak mulai buang air kecil dan menimbulkan basah di baju atau tempat tidurnya.

Baca Juga :

 

Cara Mengatasi Kebiasaan Mengompol pada Orang Dewasa

Sedangkan untuk mengatasi enuresis pada orang dewasa, berikut adalah cara yang bisa Anda terapkan:

1. Perhatikan asupan cairan

Cobalah untuk membatasi kebutuhan cairan Anda di sore dan malam hari, agar tidak berlebihan. Dengan demikian, hal ini dapat membantu kandung kemih untuk tidak bekerja terlalu aktif di malam hari yang bisa menyebabkan Anda mengompol.

2. Jangan menahan kencing

Anda disarankan untuk tidak menahan kencing guna mengatasi enuresis atau kebiasaan mengompol. Kalau bisa, cobalah buang air kecil secara rutin di siang hari. Selain itu, ingatlah untuk selalu buang air kecil sebelum Anda tidur.

3. Hindari konsumsi makanan dan minuman yang bisa mengiritasi kandung kemih

Jangan konsumsi makanan dan minuman dapat membuat kandung kemih mengalami iritasi. Misalnya kafein, alkohol, pemanis buatan, dan minuman tinggi gula. Dengan menghindari berbagai makanan dan minuman ini, Anda pun akan menurunkan risiko enuresis atau mengompol di malam hari.

Selain itu, makanan dan minuman tersebut juga bisa memicu masalah sulit tidur (insomnia) pada malam hari. Alih-alih mengonsumsi makanan dan minuman tersebut, Anda bisa mencoba makan makanan untuk atasi sulit tidur tidur atau minum minuman untuk membantu tidur nyenyak. Misalnya obat tidur alami seperti teh herbal, teh chamomile, dan susu hangat.

4. Menggunakan obat-obatan medis

Untuk mengatasi enuresis pada orang dewasa, biasanya ada sejumlah obat-obatan medis yang akan dokter resepkan. Contohnya antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih dan antikolinergik untuk menangani otot kandung kemih yang terlalu aktif.

Untuk Anda yang memiliki kadar hormon ADH rendah, dokter bisa memberikan obat-obatan desmopresin asetat. Lalu apabila enuresis terjadi karena pembesaran prostat, maka dokter bisa memberikan obat 5-alpha reductase inhibitors, seperti finasteride.

5. Melakukan operasi

Jika kebiasaan mengompol pada orang dewasa masih terus terjadi meskipun telah menerapkan langkah-langkah sebelumnya, maka dokter bisa menyarankan untuk melakukan prosedur operasi. Salah satunya adalah operasi sacral nerve stimulation yang bertujuan untuk memasukkan alat kecil ke dalam tubuh agar otot di kandung kemih tidak berkontraksi berlebihan.

Selain itu, dokter juga bisa merekomendasikan operasi clam cystoplasty untuk membuka kandung kemih dan memasukkan sedikit otot usus agar kapasitas kandung kemih dapat meningkat.

Demikian adalah ulasan mengenai enuresis atau kebiasaan mengompol yang bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, serta cara mengatasinya. Selain menerapkan langkah-langkah di atas, Anda juga bisa menggunakan sprei anti ompol untuk menjaga agar alas tidur tidak terkena bau pesing apabila sedang mengalami enuresis.

Baca Juga :

Nissa Sleepbuddy

Sleep Buddy Merk Lokal, Kualitas Internasional sejak 2009, Rasakan pengalaman tidur yang berbeda dari sprei lembut dan tahan lama.