Apakah Anda pernah mengalami halusinasi saat sedang terlelap? Misalnya mendengar suara barang terjatuh atau melihat orang lain di sekitar Anda. Bisa jadi Anda tengah mengalami halusinasi hipnagogik.
Biasanya, orang yang berhalusinasi saat tertidur kerap menganggap hal tersebut adalah bagian dari mimpi buruk. Bahkan, ada pula yang mengira bahwa ia sedang mengalami sleep paralysis saat mendengar bunyi benda tertentu atau seolah menyadari kehadiran orang lain di dekatnya.
Perlu Anda ketahui bahwa halusinasi hipnagogik dan mimpi adalah hal yang berbeda. Biasanya, halusinasi tidur terjadi pada salah satu dari dua waktu, yaitu saat akan tertidur (hipnagogik) atau saat baru saja bangun tidur (hipnopompik).
Halusinasi sendiri sebenarnya bukan hal yang perlu Anda khawatirkan secara berlebih. Namun, kondisi ini tentunya dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya apabila terjadi secara berlarut-larut.
Selain dapat menyebabkan gangguan tidur dan mencegah penderitanya kembali tidur dengan lelap, halusinasi ini juga bisa menimbulkan stres dan gangguan kecemasan. Efeknya, bisa saja hal ini memengaruhi kondisi pesikologis dan kesehatan mental.
Tak cuma itu. Halusinasi hipnagogik bisa menyebabkan seseorang terbangun dengan ketakutan bahkan berteriak, yang mana ini dapat mengganggu pasangan atau orang lain di sekitarnya. Bahkan ada pula kemungkinan penderitanya jatuh dari tempat tidur tanpa sadar.
Di sisi lain, hipnagogik juga bisa menjadi indikasi dari gangguan tertentu seperti narkolepsi hingga penyakit parkinson. Sehingga, Anda pun tidak boleh mengabaikannya begitu saja.
Melalui artikel berikut ini, kami akan mengulas tentang halusinasi hipnagogik beserta penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya.
Apa Itu Halusinasi Hipnagogik?
Hipnagogik merupakan halusinasi yang terjadi saat seseorang sedang terlelap. Sedangkan halusinasi yang terjadi ketika bangun adalah hipnopompik.
Biasanya, penderita hinagogik akan mengalami halusinasi yang sangat jelas. Sehingga tak jarang mereka mengalami ketakutan dan terbangun dengan tiba-tiba. Bahkan dalam beberapa kasus, halusinasi ini juga bisa menyebabkan hypnic jerk.
Melansir dari Medical News Today, biasanya penderita dapat melihat, mendengar, mencium, menyentuh, atau merasakan sensasi dari sesuatu yang sebenarnya tidak ada saat ia berhalusinasi. Inilah yang menyebabkan kondisi tersebut kerap disamakan dengan mimpi.
Kondisi ini juga sering membuat penderitanya merasa kebingungan karena mereka sulit membedakan antara halusinasi dan kenyataan. Sehingga, dalam sebagian besar kasus, kondisi ini dapat menimbulkan rasa takut berlebihan bagi orang yang mengalaminya. Bahkan, bisa menimbulkan rasa takut untuk tidur kembali dan memicu stres atau depresi.
Hipnagogik sendiri lebih sering terjadi pada remaja dan usia dewasa muda. Biasanya seiring bertambahnya usia, kemungkinan halusinasi pun cenderung berkurang. Halusinasi ini juga umumnya lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Selain itu, kondisi ini kerap terjadi pada orang-orang dengan narkolepsi.
Narkolepsi adalah kelainan pada neurologis yang memengaruhi otak yang mengontrol tidur dan terjaga. Seseorang yang mengidap narkolepsi biasanya mengidap rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari dan bisa tidur secara mendadak kapanpun.
Biasanya, seseorang yang mengidap narkolepsi akan kesulitan untuk membedakan mimpi dan kenyataan. Termasuk kesulitan untuk membedakan halusinasi dan realita.
Baca Juga :
- Ketahui Gangguan Tidur Hipersomnia dan Perbedaannya dengan Insomnia
- Mengenal Parasomnia, Gangguan Tidur Pemicu Sleepwalking hingga Sleep Paralysis
Gejala Halusinasi Hipnagogik
Biasanya hipnagogik terjadi karena seseorang membayangkan objek atau peristiwa yang terasa sangat nyata, tepat sebelum ia tertidur.
Sementara halusinasi pendengaran juga bisa terjadi saat seseorang tertidur dan lebih sering dialami saat sedang stres. Misalnya, merasa mendengar suara melengking, suara aneh, atau suara yang tidak jelas.
Halusinasi lainnya yang bisa dirasakan yaitu adanya sensasi sesuatu, seperti serangga yang merayap di tubuh. Hal ini dapat menyebabkan seseorang untuk menggaruk atau menggosok tubuhnya untuk menyingkirkan serangga tersebut.
Berikut ini adalah beberapa gejala yang muncul ketika seseorang mengalami hipnagogik:
- Membayangkan objek atau kejadian nyata saat akan terlelap
- Terbangun dengan rasa takut luar biasa
- Merasa mendengar suara melengking, berkedip, atau suara tidak jelas
- Merasa ada serangga menggerayangi tubuh
- Menggaruk atau menggosok tubuh seolah sedang mengusir serangga
Penyebab Halusinasi Hipnagogik
Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab dari halusinasi hipnagogik. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, antara lain:
- Konsumsi alkohol berlebih
- Penggunaan obat-obatan terlarang
- Insomnia
- Kecemasan
- Stres
- Depresi
- Narkolepsi
- Gangguan suasana hati atau sedang bad mood
- Kejang epilepsi
Perbedaan Halusinasi Hipnagogik dengan Mimpi
Hipnagogik dan mimpi terjadi pada fase tidur yang berbeda. Umumnya, halusinasi terjadi dalam kondisi di antara bangun dan tidur. Sedangkan mimpi terjadi saat tidur.
Perbedaan lainnya yaitu halusinasi terasa sangat nyata. Bahkan, penderitanya merasa yakin bahwa telah melihat atau merasakan sesuatu. Hal tersebut dapat terasa menakutkan atau membingungkan.
Hal ini tentu saja berbeda dengan mimpi. Biasanya, mimpi yang terasa nyata disebut sebagai lucid dream. Yakni kondisi ketika seseorang menyadari bahwa ia sedang bermimpi, bahkan cenderung dapat mengendalikan mimpi tersebut.
Baca Juga :
- Sering Mimpi Buruk Setelah Tidur Pagi? Ketahui Faktanya Berikut Ini!
- Cara Mengatasi Somatoform, Penyakit yang Hanya Muncul Karena Stres
Apakah Halusinasi Hipnagogik Berbahaya?
Seperti penjelasan sebelumnya, umumnya kondisi ini tidak berisiko bagi kesehatan. Akan tetapi, kondisi medis tertentu bisa berhubungan dengan halusinasi ini.
Apabila Anda memiliki salah satu dari gejala berikut, sebaiknya segera menemui dokter:
- Narkolepsi, misalnya mengalami kelemahan otot, sangat mengantuk pada siang hari, dan tidur terganggu pada malam hari.
- Skizofrenia, yang meliputi mendengar suara-suara, memiliki pikiran yang membingungkan, dan mengalami perubahan perilaku.
- Penyakit parkinson, misalnya gerakan lambat, kekakuan otot, dan gemetar di tangan dan bagian tubuh lainnya.
Cara Mengatasi Halusinasi Hipnagogik
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi halusinasi hipnagogik. Antara lain
- Memperbaiki pola tidur yang berantakan. Misalnya dengan menerapkan pola tidur sehat sleep hygiene atau melakukan pola tidur bifasik
- Memenuhi kebutuhan tidur dan waktu tidur ideal. Anda bisa melakukan berbagai cara agar cepat tidur. Misalnya menghindari benda penyebab sulit tidur, melakukan latihan pernapasan, melakukan meditasi, hingga minum obat tidur alami.
- Mengatur jadwal tidur secara teratur agar tubuh mengenali jam biologis. Sehingga Anda tidak akan tidur terlalu lama atau tidur terlalu malam
- Menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan. Perlu Anda ketahui bahwa mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang dapat memengaruhi produksi melatonin, yakni hormon penyebab rasa kantuk
- Menghilangkan stres sebelum tidur. Misalnya dengan meletakkan benda untuk relaksasi di sekitar tempat tidur seperti lilin aromaterapi.
- Meningkatkan kualitas tidur. Ini bisa Anda wujudkan dengan menciptakan suasana kamar tidur yang nyaman, mengatur suhu udara ideal, serta menggunakan perlengkapan tidur seperti sprei dan bedcover yang berkualitas.
Itulah ulasan mengenai halusinasi hipnagogik, gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya. Perlu Anda ingat bahwa kondisi ini bisa sangat mengganggu dan membuat penderitanya mengalami gangguan tidur.
Akibatnya, hal ini bisa memicu munculnya berbagai macam penyakit berbahaya sebagai dampak kurang tidur. Misalnya risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, kanker, hingga gangguan kesehatan mental.
Untuk itu, gangguan ini perlu mendapatkan penanganan serius. Apabila Anda mulai merasakan gejala dan merasa tidak nyaman karenanya, maka segeralah temui tenaga profesional untuk mendapatkan penanganan.
Baca Juga :

Sleep Buddy Merk Lokal, Kualitas Internasional sejak 2009, Rasakan pengalaman tidur yang berbeda dari sprei lembut dan tahan lama.








