Tips Atasi Milia
Dec 03
0 Comments

Apakah Anda mengalami masalah milia? Jika iya, cobalah untuk menerapkan tips mengatasi milia dengan mudah dan cepat berikut ini.

Milia sebenarnya merupakan kondisi yang bisa terjadi pada semua orang tanpa memandang gender dan usia. Biasanya, milia berbentuk benjolan kecil berwarna putih yang muncul di bawah mata, hidung, atau pipi.

Umumnya kondisi ini memang tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, kondisi ini bisa menjadi sangat mengganggu dalam beberapa kasus karena tidak bisa hilang sehingga perlu adanya tindakan tertentu.

Apa Itu Milia?

Milia adalah sekumpulan benjolan kecil yang biasanya berwarna putih serta menggerombol banyak pada kulit wajah. Benjolan tersebut adalah kista kecil yang biasanya sering muncul pada bagian wajah. Terutama bawah mata, hidung, dan pipi.

Kondisi ini terbagi dalam kategori primer dan sekunder. Milia primer adalah yang terperangkap di bawah kulit dan terbentuk langsung dari keratin. Biasanya, kondisi ini terjadi pada bayi atau orang dewasa.

Sementara milia sekunder berkembang karena adanya penyumbatan saluran ke permukaan kulit. Misalnya akibat cedera, kulit melepuh, atau karena luka bakar.

Selain primer dan sekunder, milia juga terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan letak munculnya, penyebab, serta usia. Berikut adalah penjelasannya.

Jenis-Jenis Milia

Milia terbagi ke dalam beberapa jenis sebagai berikut ini:

1. Primer

Jenis yang satu ini biasanya muncul pada orang dewasa atau pun bayi. Kondisi ini umumnya muncul pada dahi, pipi, kelopak mata, atau alat kelamin. Kondisi ini tidak dipengaruhi oleh kerusakan jaringan kulit dan terbentuk langsung dari keratin.

2. Sekunder atau Traumatis

Jenis ini biasanya muncul karena adanya trauma atau luka pada kulit. Contohnya ruam, luka bakar, atau cedera. Selain itu, jenis sekunder ini kerap muncul setelah adanya kontak dengan krim jenis tertentu, seperti krim kortikosteroid yang dioleskan pada kulit untuk mengobati luka.

Penyebab lain dari kondisi ini adalah karena paparan sinar matahari yang berlebihan.

Baca Juga :

 

3. Neonatal

Kalau jenis yang satu ini kerap muncul pada bayi yang baru lahir. Jenis neonatal ini berupa kelenjar keringat yang belum berkembang pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini terjadi pada hampir 50% bayi di dunia, sehingga dianggap wajar. Selain itu, neonatal juga akan hilang dengan sendirinya sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus.

4. En Plaque

Jenis yang satu ini terbilang sangat langka. Biasanya, en plaque tumbuh berdempetan dan terlihat seperti permukaan kulit yang meninggi. Selain itu, umumnya en plaque juga menggumpal dengan kulit mati.

Pada banyak kasus, en plaque akan muncul di kelopak mata, belakang telingan, rahang, serta pipi. Jenis ini merupakan salah satu yang paling mengganggu penampilan dan umumnya terjadi pada kaum wanita.

5. Multiple Eruptive

Merupakan jenis milia yang sangat langka. Biasanya, multiple eruptive akan hilang dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan.

6. Juvenille

Jenis milia yang ini terjadi karena kelainan genetik.

Di antaranya adalah sidrom karsinoma basal nevoid, pachyonychia congenita yang menyebabkan penebalan kuku, kelainan genetik langka sindrom gardner yang menyebabkan kanker usus besar, serta sindrom bazex-dupre-christol yang mempengaruhi kemampuan berkeringat serta pertumbuhan rambut.

Penyebab Milia

penyebab milia

Milia biasanya terbentuk saat sel kulit mati atau keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Pada bayi baru lahir, biasanya kondisi ini disebabkan karena kelenjar keringat yang belum bisa berkembang dengan sempurna.

Berikut ini adalah beberapa penyebab umum terjadinya kondisi tersebut:

  • Kerusakan kulit karena paparan sinar matahari secara berlebih
  • Mengalami luka bakar, ruam, atau kulit melepuh
  • Kerusakan kulit karena paparan tanaman beracun
  • Penggunaan krim tertentu seperti kortikosteroid dalam kurun waktu yang lama
  • Melakukan perawatan kulit dengan prosedur tertentu seperti laser resurfacing
  • Kerusakan kulit karena penyakit tertentu seperti cicatricial pemphigoid, porphyria cutanea tarda, atau epidermolisis bulosa
  • Penggunaan produk skincare yang tidak cocok di kulit juga bisa memicu munculnya milia

Baca Juga :

 

Gejala Milia

Tanda atau gejala milia yang paling umum adalah munculnya benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan dengan diameter sekitar 1-2 mm. Benjolan tersebut tidak menimbulkan nyeri, namun membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Terutama karena dapat mengganggu penampilan.

Lokasi milia ini biasanya muncul di beberapa area tubuh seperti dahi, kelopak mata, bawah mata, hidung, pipi, rahang, kulit kepala, bagian dalam mulut, belakang telinga, dada, serta alat kelamin.

Tips Mengatasi Milia

Pada sebagian besar kasus, milia tidak bisa dicegah. Kendati demikian, Anda bisa melakukan beberapa langkah preventif seperti menjaga kesehatan kulit untuk mengurangi risiko terjadinya milia sekunder.

Beberapa tips lain yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah:

  • Menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari yang berlebihan
  • Membersihkan wajah secara rutin dengan sabun yang bebas paraben untuk mencegah iritasi kulit
  • Menggunakan produk perawatan kulit seperti makeup dan skincare yang sesuai dengan jenis kulit
  • Jangan menggunakan produk yang mengandung kortikosteroid tanpa anjuran atau resep dokter
  • Rutin konsumsi suplemen vitamin E, vitamin B3, atau vitamin B kompleks
  • Lakukan prosedur steam wajah atau mandi air hangat untuk membuka pori-pori wajah agar minyak kulit bisa keluar secara alami.
  • Melakukan eksfoliasi secara teratur. Akan tetapi, hindari eksfoliasi berlebihan karena dapat mengiritasi kulit. Eksfoliasi yang ideal adalah satu minggu sekali
  • Menggunakan krim retinoid topikal yang berasal dari vitamin A untuk jerawat. Meski dirancang untuk mengobati jerawat dan masalah kulit lainnya, ada sedikit bukti bahwa mereka efektif dalam mengobati milia.
  • Hindari menusuk atau memencet benjolan putih ini. Ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan dapat menyebabkan jaringan parut di wajah

Demikian adalah ulasan mengenai penyebab, gejala, serta cara mencegah milia. Sebenarnya, kondisi ini tidak terlalu berbahaya namun dapat mengganggu karena mempengaruhi penampilan.

Jika menemukan gejala milia, segeralah temui dokter untuk memastikannya. Karena jika Anda salah melakukan perawatan, justru hal tersebut akan menimbulkan risiko yang lebih berbahaya, misalnya mengakibatkan infeksi dan jaringan parut.

Baca Juga :

Nissa Sleepbuddy

Sleep Buddy Merk Lokal, Kualitas Internasional sejak 2009, Rasakan pengalaman tidur yang berbeda dari sprei lembut dan tahan lama.