Tanda Self Gaslighting Dan Cara Mengatasinya
Jan 19
0 Comments

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya Anda pernah merasa bereaksi terlalu berlebihan pada suatu hal atau situasi tertentu. Bahkan, tak jarang Anda menganggap diri sendiri terlalu sensitif dan perasa. Jika Anda sering mengalami hal tersebut, berhati-hatilah karena bisa jadi secara tak sadar Anda telah melakukan self gaslighting.

Selama ini, gaslighting sendiri cenderung lebih sering dikaitkan dengan urusan asmara. Di mana kondisi ini merupakan bentuk pelecehan emosional yang memanipulasi orang lain dan membuat korban mempertanyakan self worth serta self value mereka. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya gaslighting juga bisa Anda lakukan pada diri sendiri?

Pada dasarnya, istilah ini kerap disamakan dengan self deprecation. Yaitu kecenderungan untuk merendahkan diri sendiri di hadapan orang lain. Namun, bedanya self gaslighting adalah sebuah kondisi di mana Anda cenderung meremehkan diri dan tidak memvalidasi perasaan yang Anda miliki. Selain itu, orang dengan self gaslighting juga cenderung selalu merasa bersalah dan buruk dalam segala situasi.

Ini merupakan sebuah keadaan di mana Anda kerap mempertanyakan berbagai macam hal sehingga merasa kurang berguna sebagai individu. Maka dari itu, self gaslighting sangat berbahaya untuk kesehatan mental.

Lalu, bagaimana cara menyadari bahwa kita telah melakukan self gaslighting dan apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya?

Apa Itu Self Gaslighting?

Self gaslighting merupakan kondisi saat seseorang cenderung meremehkan diri dan merasa buruk dalam segala situasi. Sehingga, seseorang yang mengalaminya sering terlihat seperti memiliki tekanan pikiran dan merasa stres.

Tanda utama self gaslighting adalah seringnya penolakan diri dan keraguan diri tentang persepsi maupun perasaan. Penolakan ini sebenarnya bertujuan untuk meminimalkan rasa sakit yang Anda alami. Contohnya saat orang lain mengatakan sesuatu yang menyakiti Anda.

Alih-alih merasa sakit hati, Anda justru berpikir bahwa tidak seharusnya Anda merasa tersinggung dan menganggap bahwa Anda hanya terlalu sensitif atau berlebihan. Tanpa sadar, Anda telah meragukan emosi diri sendiri yang sebenarnya sangat valid dan berhak Anda rasakan atau ekspresikan.

Biasanya, seseorang melakukan self gaslighting karena orang lain melakukan gaslighting terlebih dulu pada dirinya. Bila kondisi ini terus terjadi, maka Anda bisa-bisa terbiasa meragukan validasi atas perasaan diri sendiri.

Baca Juga :

 

Tanda-Tanda Self Gaslighting

tanda self gaslighting

Menilik dari dampak negatif dan risiko gangguan kesehatan mental yang bisa muncul akibat self gaslighting, berikut ini adalah tanda-tanda yang perlu Anda waspadai untuk mengantisipasinya:

1. Menganggap Perasaan Diri Sendiri Kurang Valid

Sejatinya, apapun perasaan yang Anda rasakan adalah valid adanya. Entah itu marah, kesal, kecewa, atau sedih. Namun, apabila Anda mulai mempertanyakan perasaan tersebut dan menganggapnya kurang valid, secara tak langsung Anda telah melakukan self gaslighting.

2. Sering Mengkritik Diri Sendiri

Berkaitan dengan poin sebelumnya, apabila Anda mulai mempertanyakan emosi yang Anda rasakan dan mulai mengkritik diri sendiri akibat merasakan emosi tersebut, maka hal tersebut berarti Anda telah dengan sengaja melakukan self gaslighting.

Contohnya saat Anda merasa tersinggung akibat ucapan orang lain, di mana memang seharusnya perasaan itulah yang Anda rasakan. Namun, Anda justru mengkritik diri sendiri karena sudah merasa tersinggung.

3. Cenderung Membenci Diri Sendiri

Tanda selanjutnya adalah kecenderungan untuk membenci dan terus menerus menyalahkan diri sendiri atas semua hal buruk yang terjadi dalam hidup. Misalnya menganggap bahwa Anda telah melakukan hal yang sangat buruk dan mulai menyalahkan diri atas kesalahan yang kecil.

Jika Anda sering merasakannya, segeralah hentikan. Pasalnya, tidak ada alasan bagi Anda untuk membenci dirimu sendiri. Sebab dengan sikap seperti itu, Anda justru akan sulit untuk mencintai diri sendiri apa adanya (self love).

Baca Juga :

 

4. Melihat Diri Sendiri dari Pandangan Orang Lain

Pada dasarnya setiap orang memang berhak memiliki penilaian atas diri kita. Namun, jangan menjadikan penilaian orang lain sebagai acuan untuk melihat diri kita.

Misalnya saat orang lain menilai bahwa Anda adalah orang yang sensitif, Anda lantas membenarkan penilaian tersebut. Dengan tanpa ragu pula Anda mulai mensugesti diri dan membenarkan pernyataan orang lain bahwa Anda memang orang yang sensitif.

Ketahuilah bahwa sikap seperti ini merupakan tanda bahwa Anda telah melakukan self gaslighting. Bahkan, jika Anda membiarkan sikap ini secara berkelanjutan, efeknya bisa membuat self esteem Anda menurun.

5. Kerap Membenarkan Ucapan Orang Lain

Tanda yang terakhir ini berkaitan dengan poin sebelumnya, di mana Anda tidak bisa semata-mata selalu membenarkan semua perkataan orang lain. Sebab, tindakan self gaslighting terjadi bila Anda terus-terusan membenarkan hal buruk yang orang lain katakan.

Contohnya adalah saat orang lain mengatakan kalau Anda tidak cocok menggunakan pakaian yang menunjukkan bagian lengan. Anda lantas membenarkan hal tersebut dan merasa terlalu gemuk sehingga tidak pantas menggunakan pakaian itu. Akibatnya, Anda akan cenderung melihat dirimu dari sisi yang negatif.

Bila Anda terus membiarkannya, bukan hal yang mustahil kalau Anda juga tidak bisa melihat citra tubuh secara positif (body positivity). Efeknya, Anda bisa kehilangan rasa percaya diri dan menarik eksistensi dari kehidupan sosial.

Cara Mengatasi Self Gaslighting

cara mengatasi self gaslighting

Mengatasi self gaslighting merupakan hal yang sulit apabila Anda sendiri secara tak sadar telah melakukannya. Oleh sebab itu, cobalah telaah dan pahami diri Anda sendiri. Apakah Anda mengalami tanda-tanda yang telah disebutkan di atas.

Jika iya, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi self gaslighting agar tidak memberikan efek buruk pada kesehatan mental.

Baca Juga :

 

1. Identifikasi Tanda-Tanda Self Gaslighting pada Diri Anda Sendiri

Langkah paling awal yang harus Anda lakukan adalah mengidentifikasi tanda self gaslighting pada diri sendiri. Semakin Anda menyadarinya, maka semakin mudah untuk menemukan solusi. Misalnya, Anda bisa menulis jurnal harian dan mereviewnya tiap akhir pekan.

Catat apa saja yang Anda alami dan pemikiran Anda terhadap situasi tertentu. Kemudian gunakan catatan tersebut sebagai sarana untuk mengidentifikasi diri Anda sendiri. Jika Anda memang telah meragukan validasi perasaan diri sendiri, berarti Anda memiliki kecenderungan self gaslighting.

2. Berkomitmen untuk Memvalidasi Pikiran dan Perasaan

Ketimbang mempertanyakan apakah perasaan yang Anda rasakan adalah sesuatu yang benar atau salah, sebaiknya Anda justru menerimanya dengan terbuka dan memvalidasinya.

Misalnya, Anda merasa kesal akibat perkataan seorang teman yang mengejek fisik Anda sebagai bahan lelucon. Alih-alih merasa bahwa Anda terlalu sensitif akibat lelucon tersebut, justru Anda harus menyadari kalau perasaan kesal tersebut adalah valid dan wajar untuk dirasakan.

3. Berbicara dengan Teman atau Orang Terdekat

Jangan memendam segala hal sendirian. Jika Anda merasakan keraguan dalam diri, cobalah untuk curhat dan membaginya dengan orang terdekat seperti keluarga atau teman. Bicarakan tentang hal yang Anda alami dan perasaan yang Anda rasakan akan hal tersebut.

Ingat, Anda tak perlu mencari solusi atau pembenaran. Sebab, terkadang Anda hanya perlu mendapatkan seorang pendengar untuk menampung apa yang sedang mengganggu pikiran Anda.

Demikian adalah ulasan mengenai tanda-tanda self gaslighting dan cara mengatasinya. Ingatlah bahwa Anda sangat berharga dan perasaan yang Anda rasakan adalah valid adanya. Jangan menjadikan opini orang lain terhadap Anda sebagai patokan yang justru dapat membuat Anda merasa buruk dan memanipulasi perasaan sendiri.

Baca Juga :

Nissa Sleepbuddy

Sleep Buddy Merk Lokal, Kualitas Internasional sejak 2009, Rasakan pengalaman tidur yang berbeda dari sprei lembut dan tahan lama.